Ruang Steam PPDS.


Sebenernya cuman mau ngasi foto – foto doank sih.  Abis kayanya beberapa lokasi harus diabadikan deh. sebelum gedung -gedungnya di rombak. Kaya jaman skul di univ. muter -muter. lab anatomi nya udah berubah. kelasnya juga udah berubah. padahal banyak kenangan disana. 

IMG-20130827-01291

jadinya…hehehe…ini lah beberapa foto lokasi departemen parasitologi dan ruang kelas nya yang dipake untuk kuliah magister PPDS RSCMFKUI .  kursinya masih terbuat dari kayu. Warna yang mendominasi ruangan ini, cokelat. Dan udara yang mendominasi kelas : PANAS MEMBARA. STEAM TO THE MAX.  inilah Ruang Steam untuk PPDS. panas, pengap, penuh, dan pusing. Semua PPDS terpergok sedang kipas – kipas dan sulit berkonsentrasi. Tapi entah mengapa, gak ada pengurus yang peduli. hiksss…. Sauna maksimal… cepet langsing deh disini. dan bedak juga cepet lunturnya. 

fotonya sih diambil sebelum jam 8. sebelum kuliah mulai. makanya masi sepi banget. kapan2 saya ambil waktu jeda kuliah. 

IMG-20130827-01289

pagi2 , biasa PPDS nongkrong disini. Tapi cuman untuk PPDS yang dateng kepagian aja sih. 

IMG-20130827-01290

ditengah- tengah nya ada taman. mayan sejuk sih. andai bisa kuliah di alam terbuka. begh! bakal kaya YALE abis. which is IMPOSEBELLLLL….

Maksudnya impossible. jangan kaget kalo saya suka nulis bahasa inggris suka suka. Lol.

Inti kuliah hari ini sih.  Dasar ilmu adalah filsafat.  

Dasar filsafat itu bertanya dan bertanya terus.

Dari filsafat manusia bisa tahu keterbatasannya, dan bisa terbuka terhadap yang lain, sehingga mau bekerja sama dengan manusia yang lainnya . dari sini, makna yang saya tangkap sih, saya boleh kerja sama saat ujian. hehehehe…

trus prof hari ini sempat memberikan quotes yang menarik untuk saya : 

When Wealth is lost, nothing is lost 

When health is lost, something is lost

When character is lost, Everything is lost.

Jadi untuk menjadi scientist yang besar, bukan dibutuhkan intelektual yang tinggi namun karakter yang cerdas. 

Day 2 : Apakah Anda tahu RSCM sudah terakreditasi JCI ?


Day 2 : Apakah Anda tahu RSCM sudah terakreditasi JCI ?

Tentu saja anda belum tahu. Oleh karena itu, saya sebagai peserta orientasi, mengkampanyekan pertanyaan seperti ini. Visi RSCM adalah menjadi Rumah sakit pendidikan dan pusat rujukan nasional tahun 2014. Se Asia Pasifik, dan jadi 80 Besar di dunia.

Yah ,…bla bla bla kaya gitu lah. Hari ini saya jadi tahu kalau RSCM lahir di tanggal cantik 19 november 1919. Penting ini! Penting karena bisa ditanya tiba – tiba waktu inpeksi JCI. Begh…

Bosan.

Walaupun sebenernya saya tidak mau mengeluh dan mengkomplain. Tapi rasa- rasanya, saya harus mengkomplain. Dan mencak – mencak.

Pertama – tama, Pantat pegel. Kedua, Kuping pegel. Ketiga, Kenapa sih setiap pembicara harus membuka presentasi dengan kalimat

“ Apakah anda tahu RSCM sudah terakreditasi JCI ?”

Saya tahu sih , mereka setengah mati berdarah- darah, berkeringat, berlari – lari kesana – kemari seperti Helly guk guk guk, dan setengah hidup untuk mendapatkan sertifikat JCI ini. TAPI….!

Kesabaran manusia ada batasnya! Pala mendidih.

Keren sih rumah sakit pemerintah, yang pelayanannya terkenal ala kadarnya, trus tiba – tiba bersatu padu, menyatukan 7300 staf untuk ngedapetin JCI. Usaha yang Luar biasa. Wajib dikasih standing applause.

Akan tetapi…!!!

Kalo udah diulang, dan diulang, dan diulang terus menerus KAYA kaset rusak, Lama – lama bisa EAR DAMAGEEEE!!!

Saya merasa di brainwash to the max.

Bangga boleh. Tapi gak berlebihan juga kale.

Trus ada yang lucu lagi nich.

Kita semua, yang disana benernya uda dokter kan ? bahkan beberapa diantaranya udah jadi spesialis. Tapi, herannya, panitia masih hobi ngancem kita loh. Mereka bilang mau ‘nangkep’ residen untuk ditanyain tentang peraturan tata tertib perilaku di RSCM/FKUI. Alhasil, karena takut, pagi- pagi, saya liat banyak residen yang baca fotocopian tata tertib.

Dan , apakah panitia yang terhormat membuktikan ancamannya ?

Yup!

Seriously ?

Yeah! Hundred percent.

Jadi, pas sesi presentasi ke tiga. Yang didahului oleh

‘APAKAH ANDA TAHU RSCM SUDAH TERAKREDITASI JCI’ ( Lempar botol khayalan ) , si presentan menangkap beberapa wakil dari prodi2 besar, seperti bedah, anestesi, dan obgin.

Pertanyaan nya sih simple aja, kaya ‘bagaimana aturan berpakaian untuk dokter laki – laki dan dokter perempuan?’

Yah standartlah. Gak boleh kaos, gak boleh pake rok mini diatas lutut ( tapi boleh diatas paha), gak bole pake baju menerawang.

Tata rambut, alas kaki, de el el.

Cuman yang jadi concern saya, ‘ harus ya, udah segede gini, bentar lagi ngasih edukasi ke pasien, musti di ancam segala ?’

Ini Yang ngancem kebangetan, yang diancem kok juga YA mau.

Ckckckck…

Speechless.

Dan terahkir kali…

Apakah anda tahu RSCM sudah terakreditasi JCI ?

Yah, Uda mulai eneg, belon ? kalau belon, masih ada tiga hari kedepan. Hehehehe.

Ada lagi nih cerita seru. Sebenernya menurut saya, pada umumnya pelajar tuh lebih memilih untuk duduk di kursi belakang. Jarang kan yang mau milih duduk di depan. Apalagi kalo di semprot terus sama yel yel ‘apakah anda tahu RSCM sudah terakreditasi JCI?’, So…itulah yang dilakukan calon resident di RSCM tahun 2013 ( yang saya yakin dilakukan juga residen sebelumnya). Tempat duduk dibelakang penuh dahulu. Yang di depan kosong terus.

Nah, tempat duduk juga jadi masalah. Presentan nya sempet ngamuk dan memaksa dua baris belakang untuk pindah ke depan, atau…presentasi enggak akan dimulai ( ngancem againnn?!)

Usut punya usut ternyata yang ngambek itu dirut RSCM. Pantesan mendadak galak. Dikit2 ngambek.

Buat saya sih, kaya gini, mirip jaman sekolah dulu. Ala anak SMA. Tempat duduk aja musti di atur.

Yah… gitu deh. Seneng sih. Tapi mangkel juga.

Setelah sibuk complain, mari beralih ke hal yang lebih berbobot. Jayus kan kalo sehalaman cuman ngomel – ngomel gak jelas. Mana ilmu nya ? mana kredibilitasnya ?

Baiklah. saya juga sempat mendengar. Meskipun sedikit.

Jadi, Ada pelajaran yang menarik selama prensentasi. Tentang Interaksi dan komunikasi dokter dan pasien. Sebuah Optio Fundamentalis. “Kalau aku sakit, Dia yang menyembuhkan aku.”

Artinya, dokter tidak bisa menyembuhkan. Dokter melakukan upaya dan berdoa. Beriktiar dan berakal. Namun hidup dan mati, sakit dan sembuh, semuanya kehendak Allah. It was kinda DEEP MAN…DEEP!!! Better daripada ngurusin pantat resident ditaro dimane.

Itu bener banget. Habis, selama ini banyak banget pasien yang mikir dokter yang gak bisa menyembuhkan pasien itu gak kompeten, gak becus, malahan malpraktek. Sedih rasanya.

Sejak kapan dokter jadi Tuhan? ( defence mechanism in action. Hehehe)

Cuman, tahu sendirilah,  RSCM kan singkatan dari Rumah sakit cepat mati. Wajar aja yang dateng di RSCM udah tinggal nunggu nasib. Bayangin aja, Rujukan dari berbagai rumah sakit di Indonesia. Semua berpusat di RSCM. Jadi ga heran, residen di RSCM di harapkan Super kompeten. Nah, kalo urusan ini, saya bangga donkkkkk…*NyengirLebarAlaWoody

Saya bangga bisa ikutan belajar di RSCM. Bangga bisa di terima di FKUI. Bangga bentar lagi bonyok soalnya dapet kasus yang aneh – aneh.

Tuh, bener kan ? ada something important juga kan di tulisan hari ini. I’ve told you so.

Gak percaya ? coba saya Tanya, apa artinya optio fundamentalis ?

Gak tahu kan ? saya juga kayanya cuman nyatet doank, lupa nanya artinya. Nti deh, tanyain ke prof. daldiyono.

ENIWEI, makan siang hari ini, menunya padang, plus pisang.

Salah satu team power ranger, Ranger Black gak suka pisang yang berbentuk pisang. Dia sukanya pisang yang sudah mendapat ‘treatment’ khusus, kaya di goreng, direbus, dipotong- potong, dan di tepunging. So, pisang nya dikasih ke ranger Red.

Hari kedua ini, teman dari bedah Thorax ikutan gabung. Sama – sama mencoba bertahan dari brainwash dan ear damage.

Inti pembicaraan hari ini sih sebenernya : Komunikasi.

Makanya saya dan teman dari thorax sibuk mempraktekan langsung tentang ilmu komunikasi ini. Yaitu NGOBROL EN BERGOSIP RIA.

Kami ngobrol – ngobrol tentang makna dari seminar hari ini. Mengingat hampir semua topik saling overlapping dan berulang –ulang dan MEMBOSANKAAANNNNN!

In the End, Saya menemukan sebuah aksioma, pertanyaan yang mendasar, “kalo emang komunikasi sebegitu pentingnya , kenapa juga gak dimasukkin stase ilmu komunikasi a.k.a public relations ?“

Trus karena etika dan attitude dalam berpakaian dan bertindak juga begitu penting, kenapa kita gak sekalian kursus di JOHN Robert Power ?

Nah , itu pasti lebih bermanfaat kan ? duduk yang manis, ketawa yang manis, berdiri yang manis. Semua nya serba manis. Termasuk saat menyampaikan EKG Flat…

Oh iya, hampir lupa…

APAKAH ANDA TAHU RSCM sudah TERAKREDITASI JCI ?

*KetawaHisteris

#EarDamage

Wistfull Woody

Day 1 : Salam Semangat


IMG-20130819-WA004

213 residen baru memasuki RSCM di tahun 2013. Sepuluh persen diantara diramalkan akan mengundurkan diri . Empat alasan utama nya karena masalah kesehatan, tidak sesuai dengan program studinya, dilarang oleh istri, dan terahkir, dilarang oleh istri. Semoga saja, saya dan keempat orang personel power ranger lainnya tetap kekeuh di prodi psikiatri.

IMG-20130819-WA001

Jam delapan pagi, 211 Residen baru melafalkan kembali Sumpah Dokter  ( dua berhalangan ). Dua pertiga nya terdiam sambil terkantuk – kantuk. Sepertiga-nya lagi membaca text sumpah dokter yang di sebelumnya sudah dibagikan dengan ogah – ogahan. Yah kecuali residen ortho yang jadi perwakilan kami di panggung. Lalu, bagaimana dengan saya ?

Tentu saja saya termasuk kedalam dua pertiga residen terdiam. Tapi bukan karena ngantuk. Tapi karena tidak mengerti isinya.

Lima menit setelah pembacaan usai. Dekan FK melakukan penerawangan. Menurut ibu dekan, Ketulusan pelaksanaan sumpah yang tadi sudah di lafalkan lantang – lantang dan dibacakan oleh wakil residen dari prodi bedah Orthopaedi itu hanyalah kebohongan belaka. Hanya di bibir saja.

Katanya ,” Kalian yang bersumpah , kalian juga yang melanggar. Lihat saja nanti .”

Kata saya ,” ehem – ehem… ada apa sih buk dekan, mirip kekasih yang sedang merajuk.”

Setelahnya ibu dekan yang baik, sibuk memberikan contoh – contoh tentang pelaksanaan praktik pendidikan kedokteran yang baik di RSCM. Katanya sih dia menentang keras adanya praktik Bullying dan senioritas di sini. Selain itu, dia sudah mengirimkan sepucuk surat kepada setiap KPS ( kepala program studi ) supaya setiap residen baru dapat mengikuti orientasi tanpa diganggu senior. Or so they say…

Yah, kalo dibagian psikiatri sih, saya memang bebas dari gangguan.

Yang lucu, bagian mata yang merupakan markas ibu dekan, Ternyata tetap memberikan tugas jaga bangsal, jaga poli, dan presentasi untuk residen juniornya. Bahkan waktu ibu dekan yang bertanya mana saja anak buahnya, Kebetulan sekali, semua anak buahnya tidak ada ditempat. Kenapa ? Yah, karena ada tugas menghilang mendadak.

Hmmm…interesting.

Jadi , apakah benar residen bisa bebas dari per ploncoan senior ?

Oh iya, Selain sibuk mempertanyakan ucapan dan janji manis bebas plonco, ada juga beberapa hal penting, yaitu :

SALAM RSCM

Kalau ditanya Selamat pagi ? , dijawab : Selalu Semangat

Artinya, meskipun hari sudah siang, atau menjelang malam… tetap dijawab  “ Selalu semangat.”

Berikutnya, Apa kabar ? (dijawab ) Selalu sehat.

Artinya, meskipun sekarat, flu berat, mencret- mencret, dan jadi zombie karena melek dalam empat puluh jam terahkir, HARUS tetap sehat.

Terahkir…

IMG-20130819-01217

RSCM  ?  ( Dijawab ) Menolong, memberikan yang terbaik .

Yeay… Jadi kepada 213 residen thn 2013  yang disebar di 24 bagian dalam 167 Subdivisi, bersama 7300 karyawan. Mari kita bekerjasama. Dan Semoga selalu Semangat ( meskipun mencret )

Ps : obgin kali ini menerima 24 residen. Semuanya masuk melalui jalur mandiri. Obgin tidak menerima jalur regular. Kenapa ? Karena butuh biaya besar untuk membesarkan resident obgin. ( begitu kata bagian yang bersangkutan ) . sapa sangka ilmu bisa jadi begitu mahal ?

Wishy Woody