Dongeng Gelap Anak Perawan Ibukota


Pada suatu hari yang mendung , seorang nona muda berusia dua puluh delapan tahun duduk termenung memandang seluruh isi toKo nya.
Nama nona manis nan mungil itu Grammy.

Ya ,Grammy , seperti Grammy Award. Ada cerita panjang dibalik pemberian nama itu. Tapi tidak, kali ini, saya mau bercerita tentang kehidupan Grammy sendiri. Bukan sebab musabab diberikannya nama itu.

Grammy sedang bersedih memikirkan nasib toko obat nya yang tidak kunjung ramai. Padahal ada ongkos sewa yang harus dibayar, ada uang keamanan , ada uang kebersihan , ada uang listrik , dan uang parkir langganan yang harus dibayar. Bagaimana ia dapat membayar semuanya . Sedangkan ia juga yang menjadi tulang punggung keluarganya.
Dia masih punya seorang adik laki- laki yang membutuhkan banyak biaya untuk pendidikan SMP nya. Tentu saja dia juga ingin memberikan yang terbaik untuk sang adik. Papi Grammy sudah lama pensiun. Sehari- hari berada dirumah. Sedangkan Mami Grammy sudah lama meninggalkan dunia ini.

Sungguh berat kehidupan di jaman sekarang ini. Padahal Grammy masih muda. Grammy juga ingin bersenang – senang. Grammy gadis yang lincah, pandai bicara, dan mudah dekat dengan siapa saja . Temannya banyak. Setiap malam selalu ada yang mengajaknya hang out. Baik itu nonton, nongkrong, atau sekedar cuci mata di mall. Semua hal itu sangat menyenangkan untuk Grammy. Ia adalah orang yang ekstrovert. Ia suka berada di luar, melihat keindahan dan bergabung di dalam hingar bingar malam di Jakarta.
Sayangnya semua aktivitas itu membutuhkan banyak biaya. Dan disinilah muncul masalah. Teman –teman Grammy tentu saja tidak mengalami masalah yang berarti. Mereka anak – anak orang kaya. Nona muda yang kaya raya , yang kemana – mana membawa Tas jinjing Kate Spade, LV, atau Coach. Tas yang dipakai tergantung warna baju yang mereka pakai.

Grammy punya satu tas LV, pemberian salah seorang teman nya. Tapi suah ketinggalan jaman. Sudah super old fashion. Dan kadang Grammy juga kepingin tampil Trendy.
Tapi Tas LV itu mahal sekali.dan meskipun ingin memiliki, apalah artinya Tas ? hanya tempat untuk menyimpan handphone, alat make up, kumpulan kartu kredit dan dompet. Jadi Grammy membuang jauh – jauh keinginan hatinya untuk membeli Tas LV, meskipun sang teman menawarkan diri untuk meminjamkan kartu kreditnya yang unlimited itu.

Begitu sedih hatinya, sehingga dia tidak melihat seorang Bapak masuk mendatangi counter tempat dia menopangkan tangannya. Bapak itu sudah dua kali melakukan kunjungan ke toko obatnya. Yang pertama kali bulan lalu. Saat ini bapak kembali untuk membeli supplemen pencegah kolesterol yang menjadi andalan toko obat Grammy.
Maka karena di acuhkan oleh Grammy yang sedang bengong, si bapak mencolek lengan kiri grammy ,” Nona manisss! Sedang melamun ya ?”
Grammy kaget. Dan buru – buru memasang tampang manis nya.
Sebenernya Grammy lebih kaget karena di colek oleh bapak tua Bangka itu sih. Pada pertemuan yang pertama si Bapak berlama – lama tinggal di toko Grammy. Ngobrol ngalor ngidul, dan cerita ini itu. Kali ini juga sama. Setelah memberikan obat yang dipesan si Bapak tua ini memutuskan untuk memperkenalkan diri nya.

Nama nya bapak Happen. Dia menceritakan tentang bisnis nya yang besar. Bisnis ekspedisi perkapalan yang membuat dia sibuk keliling hongkong, Singapur, Malaysia dan Indonesia. Di ke empat Negara itu,dia punya empat rumah. Satu istri sah, yang tinggal di Singapur dan dua simpanan di Malaysia serta hongkong.
Dia belum punya di Indonesia. Dan malam – malam panjang di Indonesia terasa gersang jika harus dihabiskan sendirian saja. Bosan juga bersenang – senang di Mangga Besar bersama wanita – wanita penghibur yang badannya tidak lagi segar dan sintal seperti Grammy. Dia menginginkan seseorang yang bisa menemani kunjungan singkatnya di Indonesia ini. Dan dia mau tinggal di rumah yang nyaman. Dan istri muda yang sekel bin mengkel yang menemani nya di rumah.

Maka setelah pertemuan pertama di toko obat itu, Bapak Happen jatuh hati atau jatuh nafsu pada nona Grammy yang bodynya aduhai.

Bapak Happen tentu saja menyadari dia sudah tua Bangka dan sama sekali tidak menarik ( bahkan dari muda sekalipun), untuk itu dia menawarkan banyak sekali keuntungan –keuntungan bagi Grammy yang seksi. Syukurlah, di usianya yang sudah menginjak lima puluh delapan ini, dia diberikan kekayaan dengan mudahnya. Sehingga dia berpikir, Grammy tentu saja akan terkesan dengan apa yang akan dia tawarkan , jika Grammy mau menjadi istri Indonesianya. Lagipula, jika dia memperistri seorang wanita Indonesia, bisnis akan lebih lancar di Indonesia.

Kepada Grammy dia menawarkan Deposito sebesar LIMA EM! Lima Milliarrrr!!! Bayangkan! Jumlah yang cukup banyak kan untuk seorang wanita muda seperti Grammy. Tetapi bukannya mata Grammy bercahaya karena gembira. Mulut manisnya malah memberengut kesal. Hmmm…mungkin masih kurang. Bapak Happen pun berusaha untuk membujuk Grammy. Dia berjanji memberikan uang belanja lima puluh juta perbulan nya, Rumah mewah di Kawasan PIK yang luasnya tiga ratus meter persegi, atau Ruko dikawasan yang sama, supaya Grammy bisa tetap berdagang,tanpa harus mengkontrak. Dan tiba – tiba saja dia menambahkan lagi. Apartemen dua kamar yang sedang dibangun di kemang. Belum lagi mobil mewah. Silahkan Grammy pilih sendiri mau yang mana ? Mau Alphard atau Mercy ? Mau warna putih atau warna hitam?
Tapi lagi – lagi Grammy hanya tersenyum kecut. Bapak Happen jadi makin penasaran. Makin bergairah. PE ES KA, di mabes aja udah kegirangan di kasih hape iphone baru. Kenapa nona bahenol yang satu ini tidak bergeming ya ?
Lalu dari mulut manisnya , Grammy berujar ,” Ada – ada saja. Saya gak mau pak. Saya gak enak sama istri tua bapak.”
Oh…rupanya itu masalahnya. Pak Happen yang cerdik segera menampik ,”ohhh… Nona cantik gak usah kuatir. Istri saya tahu kok saya punya banyak simpanan. Bahkan istri saya mendukung. Istri dan keluarga saya mendukung saya sepenuhnya.
“ Jadi bagaimana dengan tawaran saya? “
tentu saja itu bohong. Dan Grammy tahu itu. Dia pun kembali bertanya ,” Kenapa istri bapak enggak marah?”
Dengan tersenyum licik serta memamerkan gigi – gigi nya yang kuningnya, si bapak happen berujar ,” dia kan sakit. Sakit parah. Sudah sukur masih bisa hidup. Saya yang membiayai pengobatannya. Makanya dia suruh saya cari istri lagi, untuk mengurus saya.”
“ tapi kamu gak usah kuatir nona, saya hanya datang satu bulan sekali ke Jakarta. Paling banter seminggu. Jadi kita jarang – jarang ketemu. So, kamu mau jadi istri saya ? saya melamar kamu, grammy yang cantik dan seksi.” Si bapak tua Bangka itu kembali merayu.
Grammy yang walaupun kesal tapi harus tetap sopan menghadapi pelanggan utamanya ini berusaha tetap tenang sembari menjawab.” Terima kasih atas tawarannya pak happen. Tapi saya enggak mau”

Bapak happen menyahut dengan cepat.” Ah , sekarang enggak mau. Nanti juga mau. Coba kamu pikir-pikir dulu. Lebih baik dengan saya , daripada dengan pria – pria muda, yang enggak punya duit. Nona cantik seperti kamu enggak seharusnya bersusah – susah ria bekerja. Kamu harusnya tinggal di rumah mewah, jalan – jalan ke mall diantar supir dan mobil mewah. Ke salon untuk creambath, manicure ,dan pedicure. Tempat kamu bukan di pasar ini. Jadi, sekali lagi. Jangan buru – buru menjawab. Besok saya akan kembali lagi menanti jawabanan kamu. Saya harap kamu bisa berpikir jernih. Saya tahu , kamu pintar kok. Oke ? “

“ KAMU pikir pikir dulu ya… saya pergi dulu. Dah , nona grammy.”
Pak Happen yang cabul itu memberikan salam perpisahan sambil memonyongkan bibir seolah hendak mencium bibir grammy. Untung grammy mengelak tepat waktu.

Kurang ajar betul si pak happen. Berani beraninya melamar Grammy untuk jadi istri muda. Dengan pedenya merasa bahwa grammy akan menerima pinangannya.
HUH! lagian , kenapa pula yang melamar harus bapak-bapak tua Bangka seperti itu? Kemana kah para pria –pria muda yang katanya gak punya duit itu ? Kenapa sampai saat ini belum ada pria muda yang mau melamar Grammy menjadi kekasih ? Kenapa pula harus bapak tua yang memuji Grammy cantik , seksi, bahenol, menarik , manis dan sebagainya. Apa Grammy cuman menarik di level bapak – bapak ?
Apa Grammy tidak layak jadi istri sah?

Tapi Grammy sungguh – sungguh berpikir. Baru kali pertama dia tawari segala macam fasilitas mewah seperti itu. Bapak itu seperti melihat masalah kebutuhan hidup yang di derita Grammy. Dan Bapak happen seolah – oleh menjadi malaikat yang membuat mimpi Grammy menjadi nyata. Kalau grammy jadi istri mudanya seminggu dalam sebulan , Grammy bisa senang – senang terus. Grammy bisa beli tas LV. Grammy bisa kongkow – kongkow di mall bareng temen- temen Grammy yang sudah lebih dulu menikah dengan pria muda yang tajir melintir. Dengan uang banyak , Grammy pasti bahagia.

Tapi menjadi istri muda berarti selamanya bersembunyi. Bagaimana Grammy harus menceritakan ini kepada papi ? Kepada saudara – saudara Grammy ? dan kepada teman- teman ?
Sungguh tawaran yang menggiurkan. Grammy sangat kepingin hidup santai, enak dan mewah. Jaman sekarang susah sekali mendapatkan uang dengan mudahnya. Lima puluh juta dalam sebulan loh ! Tanpa bersusah payah. Tanpa harus bangun jam lima pagi, dan buka toko jam enam pagi. Tujuh hari dalam seminggu.
Alangkah inginnya Grammy bilang ‘iya’ . Dan alangkah sulitnya bilang ‘TIDAK’ . Semua ini terbentur moral dan malu. Kalau saja tidak ada moral dan rasa malu. Tentu saja saat ini Grammy sudah setuju. Usia nya sudah dua puluh delapan tahun. Dan belum punya pacar. Belum pernah pacaran. Belum ada yang tepat untuknya. Dan apakah yang tepat itu ada ? Apakah yang tepat itu akan segera datang ?

Bukankah setiap orang memiliki takdir yang unik? Bagaimana jika takdir Grammy adalah menjadi istri simpanan ? kalau Grammy menolak kesempatan ini, seumur hidup ia akan menjaga toko obat yang sepi ini. Tanpa kekasih ,dan tanpa uang. Tanpa kebahagiaan.
Grammy mau bahagia. Dan uang lah yang paling berkuasa menghibur hati yang sedih. Grammy bisa berbohong. Sehingga teman –teman tidak perlu tahu darimana asal uang Grammy yang banyak. Sehingga papi gak perlu tahu secara jelas siapa suami Grammy kelak. Segalanya bisa diatur asal ada uang kan?
Bukan kah begitu?

Iya…
Seharusnya memang begitu.
Iya. untuk jawabannya .
Iya ,Grammy melupakan nilai – nilai moralnya. Iya , Grammy melupakan ajaran agamanya. Iya, Grammy melupakan prinsip untuk tidak merebut pria manapun. Iya, Grammy siap jadi orang berdosa. Iya, Grammy tahu dari kecil dia pasti masuk neraka, baik jadi gadis perawan sampai mati ataupun jadi simpanan bapak happen.
iYA. Grammy siap naik Alphard Warna putih miliknya sendiri. Dan Grammy siap berkunjung ke toko tas LV yang ada di Plaza Indonesia.
Dan Grammy menantikan hari esok dengan senyum cerah.
Uang …. Saya datang !

Esok hari yang dinanti pun tiba. Grammy harap – harap cemas menantikan kedatangan bapak happen. Tapi sampai acara berita ‘Metro siang’ berahkir,pak Happen tidak muncul juga.
Hmmmm…. Grammy jadi sedih. Jangan – jangan Pak happen cuman bercanda. Padahal Grammy sudah serius loh.

Grammy menghela nafas panjang. Matanya melihat layar tivi di toko obatnya. Berita saat ini sedang menyiarkan penangkapan Bandar narkoba besar di pelabuhan tanjung priuk. Pembawa berita itu menyebutkan bahwa si Bandar narkoba ini biasa nya beroperasi di hongkong, Malaysia, singapur dan Indonesia. Sudah sepuluh tahun ini, si Bandar diburu oleh pihak kepolisian. Sang Bandar termasuk Bandar yang licin dan berhasil dalam usahanya menghindari tangkapan polisi. Ia berhasil menjadi yang terbesar ke tiga di seluruh Asean.
Dan ketika wajah si Bandar di sorot kamera tivi, Grammy pun mengerti.

Yah, kadang hidup ini aneh. Bahkan ketika kita sudah siap untuk menjadi orang Jahat. Untuk masuk neraka, Tuhan tetap tidak mengijinkan. Bahkan ketika kita siap menyambut harta haram. Tuhan tidak membiarkan kita terlepas dari tanganNya.

Jadi siapa bilang membelot jadi orang jahat itu mudah? Buktinya, niat saja tidak cukup.

Mari kembali menjaga toko obat ini sembari menantikan pria muda yang tidak punya uang it

Iklan

One thought on “Dongeng Gelap Anak Perawan Ibukota

  1. […] Dongeng Gelap Anak Perawan Ibukota. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s